Kamis, 02 Februari 2012

Pidato Maulid Nabi MUhammad SAW

Assalamu Alaikum Warrohmatullohi Wabarokatu
Hamdan wa sokron lillah ammaba’du
Yang terhormat Bapak kepala MI Miftahul ulum Andonosari
Yang terhormat Bapak-ibu Dewan Guru MI Miftahul ulum Andonosari
Yang Kami sayangi teman – teman ku semua

Tiada kata yang pantas untuk diucapkan kecuali memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rohmat, taufiq, dan hidayahnya kepada kita sekalian. Sehingga kita masih dapat menikmati anugerah terindahnya berupa kesehatan serta oksigen yang kita hirup tanpa harus membayar sepeserpun.
Solawat serta salam mudah-mudahan tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah menunjukkan kita dari jalan yang gelap gulita menuju jalan yang terang benderang
Tanggal 12 Rabiul Awal 1431 H, bertepatan , seluruh kaum muslim merayakan maulid Nabi Muhammad SAW, tidak lain merupakan warisan peradaban Islam yang dilakukan secara turun temurun.
Dalam catatan historis, Maulid dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Baginda Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi , kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad. Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan membebaskan Masjid al-Aqsha di Palestina dari cengkraman kaum Salib..
Yang kemudian, menghasilkan efek besar berupa semangat jihad umat Islam menggelora pada saat itu.
Secara isi, perayaan Maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenang akan keteladanan Muhammad sebagai pembawa ajaran agama Islam. Tercatat dalam sepanjang sejarah kehidupan, bahwa nabi Muhammad adalah pemimipn besar yang sangat luar biasa dalam memberikan teladan agung bagi umatnya
Para Hadirin dan hadirot yang kami hormati,
Nabi Muhammad dapat dilihat dan dipahami dalam dua dimensi sosial yang berbeda dan saling melengkapi.
• Pertama, dalam pandangan keagamaan dan ketuhanan , Nabi Muhammad dilihat dan dipahami sebagai sosok nabi sekaligus rasul terakhir dalam tatanan konsep keislaman.
• Kedua, dalam pandangan sosial-politik, Nabi Muhammad dilihat dan dipahami sebagai sosok politikus andal. Sosok individu Nabi Muhammad yang identik dengan sosok pemimpin yang adil, bijaksana, toleran, dan humanis, yang kemudian mampu membawa tatanan masyarakat Arab kala itu menuju suatu tatanan masyarakat sosial yang sejahtera dan tentram.
Pemahaman peringatan Maulid tidak lagi dipahami dari pandangan keislaman saja, melainkan harus dipahami dari berbagai sudut pandang yang menyangkut segala persoalan.Misalnya politik, budaya, ekonomi, maupun agama.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, para hadirin yang saya cintai.
Nabi Muhammad dilahirkan ke dunia.
Datangnya membawa tugas.
Perginya meninggalkan bekas.
Datangnya membawa tugas yang diselesaikan dalam 23 tahun.
Datangnya ke dunia diperintah untuk memperbaiki budi pekerti
supaya ummat ini menjadi umat yang sopan santun
Sopan terhadap siapa Teman-teman ?
Sopan terhadap Alloh yang telah menciptakan kita
Sopan terhadap Rosululloh
Sopan terhadap agama yang kita peluk masing-masing
Sopan terhadap diri sendiri
Sopan terhadap orangtua
Sopan terhadap masyarakat
Sopan terhadap ibu pertiwi
Sopan terhadap negara.
Sopan terhadap Alloh.
Akhirnya cukup sampai disini materi yang kami sampaikan ada kurang lebihnya kami mohon ma’af yang sebesar-besar. Akhiron wabillahitaufiq wal hidayah Warridhoh wal inayah ,wassalamualaikum Warroh matullohi wabarokatu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar