BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah.
- Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis dapat mengambil rumusan masalah sebagai berikut : Apakah dengan Penerapan Metode Diskusi dan Tanya Jawab dapat meningkatkan Motivasi belajar siswa Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur?
- Bagaimana Metode Diskusi dan Tanya Jawab diterapkan sehingga dapat meningkatkan Motivasi belajar siswa Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur ?
C. Tujuan Penelitian.
Berdasarkan pada Rumusan Masalah diatas,penelitian ini bertujuan untuk :
- Untuk mengetahui Apakah dengan Penerapan Metode Diskusi dan Tanya Jawab dapat meningkatkan Motivasi belajar siswa Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur?
- Untuk mengetahui Bagaimana Metode Diskusi dan Tanya Jawab diterapkan sehingga dapat meningkatkan Motivasi belajar siswa Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur ?
D. Hipotesis.
Dari uraian diatas, maka Penulis mempunyai dugaan yang nantinya perlu dibuktikan, yaitu : Dengan Penerapan Metode Diskusi dan Tanya Jawab dapat meningkatkan Motivasi belajar siswa, Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur.
E. Manfaat Penelitian.
Dari hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam Penerapan Metode Diskusi dan Tanya Jawab dalam meningkatkan Motivasi belajar siswa Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur pada khususnya (Tempat dimana dilaksanakan proses pembelajaran dan penelitian ini) dan Siswa Siswi Madrasah se Kec. Tutur pada umumnya.
Adapun secara detail kegunaan dan manfaat dari penelitian ini adalah untuk :
- Bagi Lembaga, untuk dijadikan bahan pertimbangan dan tambahan informasi dalam menentukan langkah- langkah penggunaan metode pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ( PKn ) khususnya dan Mata Pelajaran yang lain pada umumnya.
- Bagi Guru, sebagai bahan pertimbangan Guru untuk memilih metode yang tepat bagi siswa yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
- Bagi Penulis, supaya dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan yang nantinya dapat digunakan seorang pendidik dalam rangka menigkatkan profesionalismenya .
- Bagi Siswa, untuk mempermudah siswa dalam menerima pelajaran.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Metode.
Dalam pengertian letterlisk, kata metode berasal dari bahasa Greek yang terdiri dari “ Meta “ yang berarti jalan yang dilalui (Arifin : 1991 : 97). Pada dasarnya istilah metode telah tercakup dalam pengertian metodologi menurut Team Didoktik Kurikulum IKIP Jakarta (1986: 39). Pernyataannya sebagai berikut: Metodologi adalah sebagai kumpulan dari metode didalam pengajaran.
Sedangkan metode dalam pengertian istilah telah banyak dikemukakan oleh pakar dalam dunia pendidikan sebagaimana berikut ini:
A. Pengertian Metode.
Dalam pengertian letterlisk, kata metode berasal dari bahasa Greek yang terdiri dari “ Meta “ yang berarti jalan yang dilalui (Arifin : 1991 : 97). Pada dasarnya istilah metode telah tercakup dalam pengertian metodologi menurut Team Didoktik Kurikulum IKIP Jakarta (1986: 39). Pernyataannya sebagai berikut: Metodologi adalah sebagai kumpulan dari metode didalam pengajaran.
Sedangkan metode dalam pengertian istilah telah banyak dikemukakan oleh pakar dalam dunia pendidikan sebagaimana berikut ini:
- Prof. Dr. Hasan Langgunung, mengatakan bahwa “ Metode adalah suatu cara atau jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan pendidikan” (Hasan Langgulung 1986: 39).
- Direktorat Pembina PTAI “ Metode adalah suatu cara siasat penyampaian bahan pengajaran tertentu dari suatu mata pelajaran agar siswa dapat mengetahui, memahami, mempergunakan dan dengan kata lain menguasai bahan pelajaran tersebut” (Direktorat Pembina PTAI 1985: 1).
- Menurut W. J. Spoer Wodarminto Metode adalah cara yang telah diatur atau teratur dan berfikir baik-baik untuk mencapai suatu tujuan atau maksud. Demikian juga menurut buku “Panduan kurikulum Madrasah Ibtidaiyah” diterangkan bahwa metode adalah pelaksanaan cara mengajar atau guru menyampaikan bahan pelajaran kepada murid.
B. Metode Diskusi.
- Pengertian Metode Diskusi Yang dimaksud dengan metode diskusi adalah suatu kegiatan kelompok dalam memecahkan masalah untuk mengambil kesimpulan. Dan diskusi tidak sama dengan berdebat, diskusi selalu diarahkan kepada pemecahan masalah yang menimbulkan berbagai macam pendapat dan akhirnya diambil suatu kesimpulan yang dapat diterima oleh anggota dalam kelompoknya (Abu Ahmadi, 1986: 114). Sedangkan menurut Muhibbin. 1999, metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan belajar memcahkan masalah (Problem Solving), metode ini lazim disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama (socialitized recitation). Dan metode diskusi sendiri dimaksudkan untuk merangsang pemikiran serta berbagai jenis pandangan (Muhaimin, dkk, 1996: 83).
- Jenis-jenis Diskusi Untuk dapat malaksanakan diskusi di kelas, seorang Guru harus mengetahui terlebih dahulu tentang jenis-jenis diskusi, sehingga dalam pelaksanaannya nanti dapat menyesuaikan jenis diskusi apa yang akan digunakan. Ditinjau dari sudut formalitas dan jumlah peserta yang mengikutinya, diskusi digolongkan menjadi:
- Diskusi Formal Diskusi ini terdapat pada lembaga-lembaga pemerintahan atau semi pemerintahan, dimana dalam diskusi itu perlu adanya ketua dan penulis serta pembicara yang diatur secara formal, contoh: sidang DPR 9 (Abu Ahmadi, 1986: 114). Sedang menurut Muhibbin Syah, aturan yang dipakai dalam diskusi ini biasanya ketat dan rapi. Jumlah peserta siswa yang menjadi peserta pun umumnya lebih banyak bahkan dapat melibatkan seluruh siswa kelas. Ekspresi spontan dari peserta biasanya dilarang sebab tiap peserta yang akan berbicara harus seizin moderator untuk menjamin ketertiban lalu lintas diskusi.
- Diskusi Informal Aturan dalam diskusi ini lebih longgar dari pada yang dipakai dalam diskusi-diskusi lainnya, karena sifatnya yang tidak resmi. Penerapannya bias dalam diskusi keluarga, dan dalam belajar mengajar dilaksanakan dalam kelompok-kelompok belajar dimana satu sama lain bersifat “Face to face relationship”.
- Diskusi Panel Dalam diskusi ini ada dua kategori peserta, yaitu: peserta aktif dan non aktif. Peserta aktif langsung melibatkan diri dalam diskusi, sedangkan peserta non aktif hanya menjadi pendengar. Adakalanya peserta non aktif ini terdiri dari beberapa kelompok yang memiliki wakil-wakil yang ditugasi berbicara atas nama kelompoknya.
- Diskusi dalam bentuk Symposium Diskusi ini hampir sama dengan diskusi formal lainnya, hanya saja diskusi symposium disampaikan oleh seorang pemrasaran atau lebih (umumnya lebih). Pemrasaran secara bergiliran menyampaikan uraian pandangannya mengenai topic yang sama atau salah satu dari topic yang sama tersebut. Dan diskusi symposium ini biasanya tidak mencari kebenaran tertentu.
- Lecture Discussion Diskusi ini dilaksanakan dengan membeberkan suatu persolan, kemudian didiskusikan. Disini biasanyan hanya satu pandanan atau satu persoalan saja. Sedangkan bila distinjau dari segi pola pemusatan orang yang berperan dalam diskusi di madrasah, metode ini terbagi dua yaitu : 1. Pola diskusi Teacher Centrallity (terpusat pada guru) dan 2. Pola diskusi student cenrtrality (terpusat pada siswa
- Mendorong siswa berpikir kritis.
- Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas
- Mendorong siswa mengembangkan pikirannya untuk memecahkan masalah bersama.
- Mengambil satu alternatif jawaban/beberapa alternatif jawaban untjuk memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan yang seksama
- Membiasakan peserta didik suka mendengar pendapat orang lain sekalipu berbeda dengan pendapatnya sendiri
- Membiasakan bersikap toleran Dari apa yang telah diuraikan, sesungguhnya aplikasi metode diskusi mempunyai sisi positif dan sisi negatif. - Sisi positif
- Suasana belajar mengajar di kelas akan berkembang. Hal itu dapat di ketahui karena konsentrasi siswa akan terfokus kepada masalah yang sudah didiskusikan. Sehingga partisipasi siswa dalam metode ini sangat dituntut pertanyaannya.
- Memberikan pelajaran bersikap toleran, demokrat, kritis dan berfikir sistematis kepada siswa.
- Kesimpulan-kesimpulan dari masalah yang sedang didiskusikan dapat secara mudah diingat siswa. Hal itu disebabkan karena siswa mengikuti alur berfikir diskusi.
- Memberikan pengalaman kepada siswa tentang etika bermusyawarah. -
- Jalannya diskusi akan lebih sering didominasi oleh siswa yang pandai. Sehingga mengurangi peluang siswa yang lain untuk berpartisipasi
- Jalannya diskusi sering dipengaruhi oleh pembicaraan yang menyimpang dari topik pembahasan masalah, sehingga pembahasan melebar kemana-mana.
- Diskusi biasanya lebih banyak memboroskan waktu, sehingga tidak sejalan dengan prinsip efisiensi (Barlow, 1985; Darajat, 1985). Mengingat adanya kelemahan-kelemahan di atas, maka Guru yang berkehendak menggunakan metode diskusi sebaiknya mempersiapkan segala sesuatunya dengan rapi dan sistematis terlebi dahulu. Dan dalam hal ini, peran seorang Guru sebagai encourager yang memberi encouragement (dorongan semangat dan membesarkan hati) sangat diperlukan, terutama oleh peserta yang tergolong kurang pintar atau pendiam.
Metode tanya jawab adalah suatu cara penyampaian pelajaran oleh guru dengan jalan mengajukan pertanyaan dan murid menjawab. Metode ini dimaksudkan untuk meninjau pelajaran yang lalu agar para murid memusatkan lagi perhatiannya tentang sejumlah kemajuan yang telah dicapai sehingga dapat melanjutkan pada pelajaran berikutnya dan untuk merangsang perhatian murid. Metode ini dapat digunakan sebagai spersepsi, selingan, dan evaluasi. (Drs. Imansjah Ali Pandie; 1984, 79).
Penggunaan metode tanya jawab dapat dinilai sebagai metode yang cukup wajar dan tepat, apabila penggunaannya dipergunakan untuk:
- Merangsang agar perhatian anak terarah pada suatu bahan pelajaran yang sedang dibicarakan.
- Mengarahkan proses berfikir dan pengamatan anak didik.
- Meninjau atau melihat penguasaan anak didik terhadap materi/bahan yang telah diajarkan sebagai bahan pertimbangan untuk melanjutkan materi berikutnya
- Melaksanakan ulangan, evaluasi dan memberikan selingan dalam ceramah (Zuhairini, 1993)
- Suasana kelas lebih hidup karena murid-murid berpikir aktif.
- Sangat positif untuk melatih anak untuk berani mengemukakan pendapat secara lisan dan teratur.
- Murid yang biasanya malas memperhatikan menjadi lebih hati-hati dan sungguh-sungguh mengikuti pelajaran.
- Walaupun pelajaran berjalan agak lambat tetapi guru dapat melakukan kontrol terhadap pemahaman murid.
- Terjadi perbedaan pendapat/jawaban maka akan terjadi perdebatan sengit sehingga mamakan waktu banyak untuk menyelesaikan, terkadang murid mengalahkan pendapat guru.
- Kemungkinan timbul penyimpangan dari pokok persoalan.
- Memakan waktu yang lama untuk merangkum bahan pelajaran.
Pengertian Motivasi belajar dan macam-macam Motivasi
Kata “Motif’ diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. “motif” dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subyek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai seuatu tujuan. Motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Berawal dari kata “motif” maka Motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan dirasa sangat mendesak.
Tugas guru adalah membangkitkan Motivasi anak, sehingga ia mau melakukan belajar.
Motivasi dapat tumbuh dari dalam diri individu. (instrinsik) dan dapat pula timbul akibat pengaruh dari luar dirinya (eksternal)
- Motivasi Instrinsik Jenis Motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dan dorongan dari orang lain, tetapi atas kemauan sendiri. Dalam belajar terkandung tujuan menambah pengetahuan. “intrinsic motivations are inherent in the learning situation and meet pupil need and purposes”.
- Motivasi Ekstrinsik Jenis Motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar diri individu. Apakah karena adanya ajakan, suruhan, paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Untuk dapat membangkitkan Motivasi belajar siswa, guru hendaknya berusaha dengan berbagai cara.
- Kompetisi (persaingan, guru berusha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajar)
- Pace making, pada awal KBM guru hendaknya menyampaikan trik pada siswa.
- Tujuan yang jelas untuk mencapai pembelajaran
- Mengadakan penilaian/tes, pada umumnya siswa mau belajar dengan tujuan mendapat nilai yang baik (Muh Uzer Usman: 1989, 24-25)
1) Kebutuhan fisiologis
2) Kebutuhan akan keamanan
3) Kebutuhan akan cinta kasih
4) Kebutuhan untuk mewujudkan diri sendiri
Tingkat yang di atas hanya dapat dibangkitkan apabila telah dipenuhi tingkat Motivasi yang di bawahnya.
Bentuk-bentuk Motivasi.
Di dalam kegiatan belajar mengajar peranan Motivasi baik intrinsik maupun ekstrinsik sangat diperlukan.
Ada beberapa bentuk dan cara untuk menumbuhkan Motivasi dalam kegiatan belajar mengajar di madrasah:
1) Memberikan angka/nilai
2) Hadiah
3) Saingan/kompetisi
4) Ego-involment
5) Memberi ulangan
6) Mengetahui hasil
7) Memberi pujian
8) Memberi hukuman
9) Hasrat untuk belajar
10) Minat
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Setting Penelitian.
Penelitian ini di laksanakan di MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur yang terletak di Jln. Raya Arjosari – Andonosari di bawah naungan Kementrian Agama.
Penelitian ini akan difokuskan pada siswa kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur yang berjumlah dari 16 siswa. Penelitian dilakukan pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ( PKn )yang waktu pembelajarannya selama 2 Jam pelajaran dalam 1 Minggu.
Penelitian ini dilaksanakan selama 5 kali pertemuan dengan menerapkan metode yang telah direncanakan.
B. Rencana Tindakan.
1. Perencanaan Tindakan.
Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini akan dipakai model siklus yang dilakukan secara berulang-ulang dan berkelanjutan, sehingga diharapkan semakin lama akan semakin menunjang hasil yang ingin dicapai.
Langkah-langkah kegiatan yang harus dipersiapkan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah :
a. Observasi
b. Konsultasi dengan teman sejawat.
c. Identifikasi permasalahan dalam kegiatan belajar mengajar.
d. Merumuskan Metode atau Strategi yang sesuai dengan Pembelajaran.
e. Melakukan pemilihan metode atau strategi yang sesuai.
f. Melaksanakan Tindakan Kelas. Penelitian dilaksanakan selama 5 kali pertemuan pada satu kelas, yaitu Kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur yang dimulai pada Hari Senin, tanggal 18 Juli 2011
a. Observasi
b. Konsultasi dengan teman sejawat.
c. Identifikasi permasalahan dalam kegiatan belajar mengajar.
d. Merumuskan Metode atau Strategi yang sesuai dengan Pembelajaran.
e. Melakukan pemilihan metode atau strategi yang sesuai.
f. Melaksanakan Tindakan Kelas. Penelitian dilaksanakan selama 5 kali pertemuan pada satu kelas, yaitu Kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur yang dimulai pada Hari Senin, tanggal 18 Juli 2011
2. Implementasi Tindakan.
Adapun kegiatan atau Tindakan yang dilaksanakan di kelas selama pertemuan sebagai berikut :
a. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
b. Mengelompokkan siswa menjadi 4 kelompok.
c. Menyampaikan materi secara garis besar.
d. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan Metode Diskusi dan Tanya Jawab.
Adapun kegiatan atau Tindakan yang dilaksanakan di kelas selama pertemuan sebagai berikut :
a. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
b. Mengelompokkan siswa menjadi 4 kelompok.
c. Menyampaikan materi secara garis besar.
d. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan Metode Diskusi dan Tanya Jawab.
3. Observasi dan Interpretasi.
Dalam kegiatan pembelajaran, Peneliti melakukan pengamatan dengan pengambilan data hasil belajar dan kinerja siswa. Hal tersebut antara lain :
a. Kegiatan siswa selama berlangsungnya proses pembelajaran.
b. Kreativitas siswa baik individu maupun kelompok.
4. Analisis dan Refleksi. Data yang diperoleh dari tindakan kelas yang telah dilaksanakan akan di Analisis untuk memastikan bahwa dengan menggunakan metode Diskusi dan Tanya Jawab dapat meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Siswi kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur terhadap Mata Pelajaran PKn Dalam menganalisis data akan digunakan prosedur dan teknik-teknik yang sesuai dengan dengan tujuan yang akan dicapai, yakni memberikan kesempatan kepada masing-masing Siswa untuk menemukan pengetahuan-pengetahuan baru dalam upaya meningkatkan Motivasi belajar Siswa Kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur terhadap Mata Pelajaran PKn
C. Siklus Penelitian. Siklus Penelitian Tindakan Kelas ini dipersiapkan untuk 5 kali pertemuan yang semuanya dibentuk dalam skenario pembelajaran untuk tiga pokok bahasan. Tindakan kelas ini dimulai pada Hari Senin Tanggal 18 Juli 2011
D. Pembuatan Instrumen. Pada penelitian ini Peneliti menjadi instrument kunci, dimana peneliti menjadi pengumpul data pada Penelitian Tindakan Kelas. Peneliti juga menjadi perencana dan pelaksana tindakan kelas yang nantinya akan terlibat langsung dengan siswa dalam proses penelitian. Instrumen pendukung lain yang dapat digunakan untuk memperoleh data ialah Lembar Observasi dan Skala Penilaian terhadap siswa didalam performance dan keaktifan siswa dalam diskusi dan Tanya jawab.
E. Pengumpulan Data. Teknik pengumpulan data yang digunakan Peneliti dalam Penelitian Tindakan Kelas adalah :
1. Obeservasi Observasi / pengamatan ini dilaksanakan oleh peneliti ketika peneliti mengajar di kelas, dengan menggunakan Metode Diskusi dan Tanya Jawab. Sehingga peneliti memperoleh gambaran suasana kelas dan peneliti dapat menentukan Metode Diskusi dan Tanya Jawab yang lebih baik pada pertemuan berikutnya
2. Skala Penilaian Penilaian disini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkannya Metode Diskusi dan Tanya Jawab.
F. Indikator Kinerja. Penelitian yang dilaksanakan 5 kali pertemuan sudah cukup digunakan untuk penelitian tindakan kelas. Penelitian ini mengambil topik tentang “Penerapan metode Diskusi dan Tanya Jawab dalam meningkatkan Motivasi belajar siswa Kelas VI MI darul Ulum Arjosari – Andonosari ” maksudnya adalah dengan menggunakan Metode Diskusi dan Tanya Jawab dalam proses belajar mengajar siswa akan lebih giat belajar baik belajar di madrasah ataupun belajar di rumah. Serta bersemangat dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru atau sebaliknya, siswa akan malas dan tidak bersemangat. Di sini indikator yang ditentukan selama penelitian menerapkan Metode Diskusi dan tanya Jawab ini adalah bahwa sebagian besar siswa memperhatikan dengan sungguh-sungguh karena mereka ingin menjawab pertanyaan yang akan peneliti ajukan. Setelah penjelasan materi selesai dan mereka juga belajar di rumah itu terlihat ketika peneliti memberikan pertanyaan tentang materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan selama 5 kali pertemuan yang disajikan dalam bentuk siklus. Hasil dari penelitian ini akan diuraikan sebagai berikut :
1. Siklus Pertama
a. Perencanaan Untuk meningkatkan Motivasi belajar siswa Kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur terhadap mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ( PKn ) Maka pada siklus yang pertama ini mencoba menerapkan metode Diskusi dan Tanya Jawab.
b. Pelaksanaan Pada siklus yang pertama ini dilaksanakan pada pertemuan pertama dan kedua tepatnya pada hari senin tanggal 18 Juli 2011 Apa yang diagendakan berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan, yaitu Penerapan metode Diskusi dan Tanya Jawab dalam meningkatkan Motivasi belajar siswa Kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur. Adapun perincian dari pelaksanaan tindakan tersebut adalah sebagai berikut :
Pertemuan Pertama (Senin, 18 Juli 2011)
Pendahuluan
- Guru Memberi Salam
- Guru Menginstruksikan / Menyuruh Siswa Berdo'a
- Guru Mengabsen Siswa
- Guru Memberikan Apersepsi Inti
- Guru Menguji Siswa dalam kelancaran berbicara di muka kelas, untuk menentukan Siswa yang akan ditunjuk menjadi wakil kelompoka untuk presentasi dan sekaligus untuk dibuat kelompok.
- Siswa dianjurkan untuk membaca materi yang akan diajarkan untuk persiapan diskusi minggu yang akan datang.
Penutup
- Guru Mengoreksi secara umum hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan kesulitan dan menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti berkenaan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan pengarahan tentang hal-hal yang berkaitan dengan tugas-tugas yang akan diberikan untuk minggu depan. Pertemuan Kedua (Senin,25 Juli 2011) Pendahuluan
- Guru Memberi Salam
- Guru Menginstruksikan / Menyuruh Siswa Berdo'a
- Guru Mengabsen Siswa - Guru Memberikan Apersepsi Inti
- Guru Menyuruh Siswa berkumpul pada kelompoknya masing-masing.
- Guru menyuruh Siswa membaca materi selama 15 menit dan merangkum hal – hal; yang penting dari materi - Guru menyuruh tiap kelompok untuk mendiskusikan tentang Pancasila sebagai dasar Negara
- Guru menyuruh tiap-tiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
- Guru menyampaikan materi secara Garis besarnya saja.
- Guru mengadakan seassion Tanya Jawab. Penutup
- Guru Mengoreksi secara umum hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan kesulitan dan menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti berkenaan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan pengarahan tentang hal-hal yang berkaitan dengan Ulangan yang akan diberikan untuk minggu depan.
c. Pengamatan Pada siklus yang pertama ini peneliti hanya mencoba menggunakan / menerapka metode Diskusi dan Tanya Jawab untuk meningkatkan Motivasi belajar Siswa kelas VI MI Darul ULum , dan setelah diterapakan metode seperti itu hasilnya bisa dikatakan berhasil, hal ini bisa dilihat dari hasil yang diperoleh siswa waktu ulangan dan tugas.
d. Refleksi Dari hasil pengamatan Peneliti ternyata penerapan metode Diskusi dan Tanya Jawab ini bisa dikatakan mempunyai pengaruh terhadap Motivasi belajar siswa.
2. Siklus Kedua
a. Perencanaan Setelah melihat hasil dari observasi pada siklus yang pertama, Peneliti pada siklus yang kedua ini masih tetap akan menggunakan metode Diskusi dan Tanya Jawab, hal ini dikarena peneliti merasa apa yang coba dilakukan ada hasilnya.
b. Pelaksanaan Siklus yang kedua ini dilaksanakan pada pertemuan dan ketiga dan keempat, dan akan Peneliti uraikan sebagai berikut:
Pertemuan Ketiga (Senin , 01 Agustus 2011):
Pendahuluan
- Guru Memberi Salam
- Guru Menginstruksikan / Menyuruh Siswa Berdo'a
- Guru Mengabsen Siswa
- Guru Memberikan Apersepsi Inti
- Guru Menyampaikan materi secara garis besarnya saja.
- Guru menyuruh Siswa berdiskusi tentang materi semangat juang dan kebersamaan di balik Perumusan Pancasila sesuai dengan kelompok yang sudah ditentukan.
- Guru mengadakan seassion Tanya Jawab.
Penutup
- Guru Mengoreksi secara umum hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan kesulitan dan menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti berkenaan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan pengarahan tentang hal-hal yang berkaitan dengan tugas-tugas yang akan diberikan untuk minggu depan.
Pertemuan Keempat (Senin , 08 Agustus 2011):
Pendahuluan
- Guru Memberi Salam
- Guru Menginstruksikan / Menyuruh Siswa Berdo'a
- Guru Mengabsen Siswa - Guru Memberikan Apersepsi Inti
- Guru Menyuruh siswa membaca materi yang akan diajarkan.
- Guru menyampaikan materi
- Guru mengadakan seassion Tanya Jawab. Penutup
- Guru Mengoreksi secara umum hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan kesulitan dan menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti berkenaan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan pengarahan tentang hal-hal yang berkaitan dengan Ulangan yang akan diberikan untuk minggu depan.
c. Pengamatan Pada siklus yang kedua ini peneliti tetap memekai metode Diskusi dan Tanya Jawab, hal ini dikarenakan dari hasil pengamatan yang peneliti lakukan ternyata metode Diskusi dan Tanya Jawab bisa dikatakan berhasil dalam meningkatkan Motivasi belajar Siswa kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur terhadap mata pelajaran PKn, sehingga hal ini juga berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini bisa kita lihat hasil yang diperoleh oleh siswa.
d. Refleksi Dari hasil pengamatan peneliti ternyata dengan adanya penerapan metode Diskusi dan Tanya Jawab sedikit demi sedikit bisa dikatakan bisa meningkatkan Motivasi belajar siswa yang juga nantinya akan berdampak terhadap prestasi belajar siswa.
3. Siklus Ketiga
a. Perencanaan Setelah melihat dari hasil yang ada pada siklus pertama dan kedua, maka Peneliti semakin yakin bahwa metode Diskusi dan Tanya Jawab bisa meningkatkan Motivasi belajar siswa kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur. Maka dari itu cara seperti ini akan lebih dioptimalkan lagi.
b. Pelaksanaan Siklus yang ketiga ini dilaksanakan pada Peertemuan Kelima, dan akan peneliti uraikan sebagai berikut :
Pertemuan Kelima (Senin,15 Agustus 2011)
Pendahuluan
- Guru Memberi Salam
- Guru Menginstruksikan / Menyuruh Siswa Berdo'a
- Guru Mengabsen Siswa - Guru Memberikan Apersepsi Inti
- Guru Memberikan ilustrasi materi sesuai topic pembahasan disertai gambaran obyektif penerapan di lapangan. - Guru membagikan kertas kepada tiap siswa.
- Guru menyuruh Tiap siswa untuk menulis sebuah pertanyaan tentang materi yang sedang dipelajari pada kertas yang telah diberikan. - Guru menyuruh seluruh siswa untuk mengumpulkan pertanyaannya.
- Guru mengacak seluruh pertanyaan dari siswa dan kemudian dibagikan kembali pada masing-masing siswa.
- Guru menyuruh siswa untuk membaca pertanyaan dikertas masing-masing, sambil berpikir bagaimana jawabannya.
- Guru menyuruh beberapa siswa untuk maju ke depan dan membacakan pertanyaan yang ada di tangannya serta memberikan jawaban / penjelasan atas pertanyaan yang dibacakan, dan bagi siswa yang tidak maju bisa memberikan tanggapan atau tambahan dari jawaban temannya. Penutup
- Guru Mengoreksi secara umum hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan kesulitan dan menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti berkenaan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan pengarahan tentang hal-hal yang berkaitan dengan tugas-tugas yang akan diberikan untuk minggu depan.
c. Pengamatan Pada Siklus yang ketiga ini Peneliti mencoba lebih mengoptimalkan lagi tentang penerapan Metode Diskusi dan Tanya Jawab karena menurut Peneliti, Metode ini semakin dioptimalkan hasilnya semakin bagus.
d. Refleksi Dari hasil pengamatan yang Peneliti lakukan, mulai dari Siklus pertama sampai siklus kedua ini ternyata Metode Diskusi dan Tanya Jawab berhasil meningkatkan Motivasi Belajara siswa kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur.
B. Pembahasan Dalam proses belajar mengajar bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan saja, akan tetapi pemberian Motivasi sangatlah penting karena secara psikologis anak akan merasa senang apabila mereka diperhatikan. Salah satu cara memberikan perhatian adalah dengan meMotivasi. Kesuksesan belajar siswa tidak hanya tergantung pada intelegensi anak saja, akan tetapi juga tergantung pada bagaimana pendidik menggunakan metode yang tepat dan memberinya Motivasi. Banyak cara yang dapat dilakukan untk memberikan Motivasi kepada anak didik diantaranya adalah memberi angka atau nilai. Pemberian mulai dilakukan oleh guru ketika mereka selesai ulangan atau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Cara ini merangsang anak untuk giat belajar. Anak yang nilainya rendah, mereka akan terMotivasi untuk meningkatkan belajarnya dan anak yang nilainya bagus akan semakin giat dalam belajar. Dalam hal ini Peneliti mengambil suatu sara / langkah yaitu dengan menggunakan Metode Diskusi dan Tanya Jawab. Dan hasilnya ternyata Penerapan Metode Diskusi dan Tanya Jawab bisa meningkatkan Motivasi belajar siswa kelas VIII-A MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur.
a. Kegiatan siswa selama berlangsungnya proses pembelajaran.
b. Kreativitas siswa baik individu maupun kelompok.
4. Analisis dan Refleksi. Data yang diperoleh dari tindakan kelas yang telah dilaksanakan akan di Analisis untuk memastikan bahwa dengan menggunakan metode Diskusi dan Tanya Jawab dapat meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Siswi kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur terhadap Mata Pelajaran PKn Dalam menganalisis data akan digunakan prosedur dan teknik-teknik yang sesuai dengan dengan tujuan yang akan dicapai, yakni memberikan kesempatan kepada masing-masing Siswa untuk menemukan pengetahuan-pengetahuan baru dalam upaya meningkatkan Motivasi belajar Siswa Kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur terhadap Mata Pelajaran PKn
C. Siklus Penelitian. Siklus Penelitian Tindakan Kelas ini dipersiapkan untuk 5 kali pertemuan yang semuanya dibentuk dalam skenario pembelajaran untuk tiga pokok bahasan. Tindakan kelas ini dimulai pada Hari Senin Tanggal 18 Juli 2011
D. Pembuatan Instrumen. Pada penelitian ini Peneliti menjadi instrument kunci, dimana peneliti menjadi pengumpul data pada Penelitian Tindakan Kelas. Peneliti juga menjadi perencana dan pelaksana tindakan kelas yang nantinya akan terlibat langsung dengan siswa dalam proses penelitian. Instrumen pendukung lain yang dapat digunakan untuk memperoleh data ialah Lembar Observasi dan Skala Penilaian terhadap siswa didalam performance dan keaktifan siswa dalam diskusi dan Tanya jawab.
E. Pengumpulan Data. Teknik pengumpulan data yang digunakan Peneliti dalam Penelitian Tindakan Kelas adalah :
1. Obeservasi Observasi / pengamatan ini dilaksanakan oleh peneliti ketika peneliti mengajar di kelas, dengan menggunakan Metode Diskusi dan Tanya Jawab. Sehingga peneliti memperoleh gambaran suasana kelas dan peneliti dapat menentukan Metode Diskusi dan Tanya Jawab yang lebih baik pada pertemuan berikutnya
2. Skala Penilaian Penilaian disini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkannya Metode Diskusi dan Tanya Jawab.
F. Indikator Kinerja. Penelitian yang dilaksanakan 5 kali pertemuan sudah cukup digunakan untuk penelitian tindakan kelas. Penelitian ini mengambil topik tentang “Penerapan metode Diskusi dan Tanya Jawab dalam meningkatkan Motivasi belajar siswa Kelas VI MI darul Ulum Arjosari – Andonosari ” maksudnya adalah dengan menggunakan Metode Diskusi dan Tanya Jawab dalam proses belajar mengajar siswa akan lebih giat belajar baik belajar di madrasah ataupun belajar di rumah. Serta bersemangat dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru atau sebaliknya, siswa akan malas dan tidak bersemangat. Di sini indikator yang ditentukan selama penelitian menerapkan Metode Diskusi dan tanya Jawab ini adalah bahwa sebagian besar siswa memperhatikan dengan sungguh-sungguh karena mereka ingin menjawab pertanyaan yang akan peneliti ajukan. Setelah penjelasan materi selesai dan mereka juga belajar di rumah itu terlihat ketika peneliti memberikan pertanyaan tentang materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan selama 5 kali pertemuan yang disajikan dalam bentuk siklus. Hasil dari penelitian ini akan diuraikan sebagai berikut :
1. Siklus Pertama
a. Perencanaan Untuk meningkatkan Motivasi belajar siswa Kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur terhadap mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ( PKn ) Maka pada siklus yang pertama ini mencoba menerapkan metode Diskusi dan Tanya Jawab.
b. Pelaksanaan Pada siklus yang pertama ini dilaksanakan pada pertemuan pertama dan kedua tepatnya pada hari senin tanggal 18 Juli 2011 Apa yang diagendakan berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan, yaitu Penerapan metode Diskusi dan Tanya Jawab dalam meningkatkan Motivasi belajar siswa Kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur. Adapun perincian dari pelaksanaan tindakan tersebut adalah sebagai berikut :
Pertemuan Pertama (Senin, 18 Juli 2011)
Pendahuluan
- Guru Memberi Salam
- Guru Menginstruksikan / Menyuruh Siswa Berdo'a
- Guru Mengabsen Siswa
- Guru Memberikan Apersepsi Inti
- Guru Menguji Siswa dalam kelancaran berbicara di muka kelas, untuk menentukan Siswa yang akan ditunjuk menjadi wakil kelompoka untuk presentasi dan sekaligus untuk dibuat kelompok.
- Siswa dianjurkan untuk membaca materi yang akan diajarkan untuk persiapan diskusi minggu yang akan datang.
Penutup
- Guru Mengoreksi secara umum hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan kesulitan dan menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti berkenaan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan pengarahan tentang hal-hal yang berkaitan dengan tugas-tugas yang akan diberikan untuk minggu depan. Pertemuan Kedua (Senin,25 Juli 2011) Pendahuluan
- Guru Memberi Salam
- Guru Menginstruksikan / Menyuruh Siswa Berdo'a
- Guru Mengabsen Siswa - Guru Memberikan Apersepsi Inti
- Guru Menyuruh Siswa berkumpul pada kelompoknya masing-masing.
- Guru menyuruh Siswa membaca materi selama 15 menit dan merangkum hal – hal; yang penting dari materi - Guru menyuruh tiap kelompok untuk mendiskusikan tentang Pancasila sebagai dasar Negara
- Guru menyuruh tiap-tiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
- Guru menyampaikan materi secara Garis besarnya saja.
- Guru mengadakan seassion Tanya Jawab. Penutup
- Guru Mengoreksi secara umum hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan kesulitan dan menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti berkenaan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan pengarahan tentang hal-hal yang berkaitan dengan Ulangan yang akan diberikan untuk minggu depan.
c. Pengamatan Pada siklus yang pertama ini peneliti hanya mencoba menggunakan / menerapka metode Diskusi dan Tanya Jawab untuk meningkatkan Motivasi belajar Siswa kelas VI MI Darul ULum , dan setelah diterapakan metode seperti itu hasilnya bisa dikatakan berhasil, hal ini bisa dilihat dari hasil yang diperoleh siswa waktu ulangan dan tugas.
d. Refleksi Dari hasil pengamatan Peneliti ternyata penerapan metode Diskusi dan Tanya Jawab ini bisa dikatakan mempunyai pengaruh terhadap Motivasi belajar siswa.
2. Siklus Kedua
a. Perencanaan Setelah melihat hasil dari observasi pada siklus yang pertama, Peneliti pada siklus yang kedua ini masih tetap akan menggunakan metode Diskusi dan Tanya Jawab, hal ini dikarena peneliti merasa apa yang coba dilakukan ada hasilnya.
b. Pelaksanaan Siklus yang kedua ini dilaksanakan pada pertemuan dan ketiga dan keempat, dan akan Peneliti uraikan sebagai berikut:
Pertemuan Ketiga (Senin , 01 Agustus 2011):
Pendahuluan
- Guru Memberi Salam
- Guru Menginstruksikan / Menyuruh Siswa Berdo'a
- Guru Mengabsen Siswa
- Guru Memberikan Apersepsi Inti
- Guru Menyampaikan materi secara garis besarnya saja.
- Guru menyuruh Siswa berdiskusi tentang materi semangat juang dan kebersamaan di balik Perumusan Pancasila sesuai dengan kelompok yang sudah ditentukan.
- Guru mengadakan seassion Tanya Jawab.
Penutup
- Guru Mengoreksi secara umum hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan kesulitan dan menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti berkenaan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan pengarahan tentang hal-hal yang berkaitan dengan tugas-tugas yang akan diberikan untuk minggu depan.
Pertemuan Keempat (Senin , 08 Agustus 2011):
Pendahuluan
- Guru Memberi Salam
- Guru Menginstruksikan / Menyuruh Siswa Berdo'a
- Guru Mengabsen Siswa - Guru Memberikan Apersepsi Inti
- Guru Menyuruh siswa membaca materi yang akan diajarkan.
- Guru menyampaikan materi
- Guru mengadakan seassion Tanya Jawab. Penutup
- Guru Mengoreksi secara umum hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan kesulitan dan menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti berkenaan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan pengarahan tentang hal-hal yang berkaitan dengan Ulangan yang akan diberikan untuk minggu depan.
c. Pengamatan Pada siklus yang kedua ini peneliti tetap memekai metode Diskusi dan Tanya Jawab, hal ini dikarenakan dari hasil pengamatan yang peneliti lakukan ternyata metode Diskusi dan Tanya Jawab bisa dikatakan berhasil dalam meningkatkan Motivasi belajar Siswa kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur terhadap mata pelajaran PKn, sehingga hal ini juga berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini bisa kita lihat hasil yang diperoleh oleh siswa.
d. Refleksi Dari hasil pengamatan peneliti ternyata dengan adanya penerapan metode Diskusi dan Tanya Jawab sedikit demi sedikit bisa dikatakan bisa meningkatkan Motivasi belajar siswa yang juga nantinya akan berdampak terhadap prestasi belajar siswa.
3. Siklus Ketiga
a. Perencanaan Setelah melihat dari hasil yang ada pada siklus pertama dan kedua, maka Peneliti semakin yakin bahwa metode Diskusi dan Tanya Jawab bisa meningkatkan Motivasi belajar siswa kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur. Maka dari itu cara seperti ini akan lebih dioptimalkan lagi.
b. Pelaksanaan Siklus yang ketiga ini dilaksanakan pada Peertemuan Kelima, dan akan peneliti uraikan sebagai berikut :
Pertemuan Kelima (Senin,15 Agustus 2011)
Pendahuluan
- Guru Memberi Salam
- Guru Menginstruksikan / Menyuruh Siswa Berdo'a
- Guru Mengabsen Siswa - Guru Memberikan Apersepsi Inti
- Guru Memberikan ilustrasi materi sesuai topic pembahasan disertai gambaran obyektif penerapan di lapangan. - Guru membagikan kertas kepada tiap siswa.
- Guru menyuruh Tiap siswa untuk menulis sebuah pertanyaan tentang materi yang sedang dipelajari pada kertas yang telah diberikan. - Guru menyuruh seluruh siswa untuk mengumpulkan pertanyaannya.
- Guru mengacak seluruh pertanyaan dari siswa dan kemudian dibagikan kembali pada masing-masing siswa.
- Guru menyuruh siswa untuk membaca pertanyaan dikertas masing-masing, sambil berpikir bagaimana jawabannya.
- Guru menyuruh beberapa siswa untuk maju ke depan dan membacakan pertanyaan yang ada di tangannya serta memberikan jawaban / penjelasan atas pertanyaan yang dibacakan, dan bagi siswa yang tidak maju bisa memberikan tanggapan atau tambahan dari jawaban temannya. Penutup
- Guru Mengoreksi secara umum hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan kesulitan dan menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti berkenaan dengan kegiatan pada hari itu.
- Guru memberikan pengarahan tentang hal-hal yang berkaitan dengan tugas-tugas yang akan diberikan untuk minggu depan.
c. Pengamatan Pada Siklus yang ketiga ini Peneliti mencoba lebih mengoptimalkan lagi tentang penerapan Metode Diskusi dan Tanya Jawab karena menurut Peneliti, Metode ini semakin dioptimalkan hasilnya semakin bagus.
d. Refleksi Dari hasil pengamatan yang Peneliti lakukan, mulai dari Siklus pertama sampai siklus kedua ini ternyata Metode Diskusi dan Tanya Jawab berhasil meningkatkan Motivasi Belajara siswa kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur.
B. Pembahasan Dalam proses belajar mengajar bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan saja, akan tetapi pemberian Motivasi sangatlah penting karena secara psikologis anak akan merasa senang apabila mereka diperhatikan. Salah satu cara memberikan perhatian adalah dengan meMotivasi. Kesuksesan belajar siswa tidak hanya tergantung pada intelegensi anak saja, akan tetapi juga tergantung pada bagaimana pendidik menggunakan metode yang tepat dan memberinya Motivasi. Banyak cara yang dapat dilakukan untk memberikan Motivasi kepada anak didik diantaranya adalah memberi angka atau nilai. Pemberian mulai dilakukan oleh guru ketika mereka selesai ulangan atau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Cara ini merangsang anak untuk giat belajar. Anak yang nilainya rendah, mereka akan terMotivasi untuk meningkatkan belajarnya dan anak yang nilainya bagus akan semakin giat dalam belajar. Dalam hal ini Peneliti mengambil suatu sara / langkah yaitu dengan menggunakan Metode Diskusi dan Tanya Jawab. Dan hasilnya ternyata Penerapan Metode Diskusi dan Tanya Jawab bisa meningkatkan Motivasi belajar siswa kelas VIII-A MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa, keefektifan penerapan metode Diskusi dan Tanya Jawab ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur. Hal ini dapat diketahui dengan adanya peningkatan Motivasi siswa yang nanti ada indikasinyaterhadap hasil belajar siswa Selanjutnya dapat diambil suatu kesimpulan yang patut dicermati, yaitu:
1. Untuk dapat meningkatkan Motivasi belajar siswa perlu suatu metode yang efektif dan kreatif.
2. Metode Diskusi dan Tanya Jawab adalah salah satu dalam metode pembelajaran yang dapat meningkatkan Motivasi belajar siswa selain juga dapat mengasah daya nalar dan kritis siswa.
3. Untuk merangsang daya fikir dan minat siswa perlu adanya stimulus-stimulus yang dapat menggugah perasaan mereka, sehingga respon yang terjadi mempunyai dampak positif.
B. Saran Kami di sini selaku peneliti dan penulis dalam hal ini, mempunyai beberapa saran yang bersifat konstruktif dan positif untuk kelangsungan laju Pendidikan MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur, utamanya dalam Mata Pelajaran PKn.
Adapun saran-saran tersebut adalah:
1. Dalam menyampaikan materi, gunakanlah Metode dan Pendekatan yang Relevan dengan kondisi siswa di kelas, sehingga siswa tidak merasa Bosan, Jenuh dan Monoton untuk menmperhatikan Penjelasan Guru.
2. Diharapkan bagi semua Guru untuk menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran dengan Secermat, Seefektif dan Seefisien mungkin.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi, 1998,
Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek,
Jakarta: Rineka Cipta M. Arifin, 1991,
Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara Moleong, Lexy J, 2001,
Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosda Karya Zaini, Hisyam, dkk. 2004,
Strategi Pembelajaran Aktif, Yogyakarta: CTSD (Center For Teaching Staff Development) IAIN Sunan Kalijaga Ahmadi, H.Abu, dan Joko Tri Prasetya, 1997,
Strategi Belajar Mengajar (Untuk Fakultas Tarbiyah Komponen MKDK), Bandung: CV. Pustaka Setia. Suryabrata Sumadi, 2002,
Psikologi Pendidikan, Bandung: Raja Grafindo Persada. Syah Muhibbin, 2001,
Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, Bandung: Remaja Rosda Karya. Hasan Langgulung, 1986, Manusia dan Pendidikan, Bandung: Rosdakarya. Djamarah Syaiful, 2000,
Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif, Jakarta: Rineka Cipta
1. Untuk dapat meningkatkan Motivasi belajar siswa perlu suatu metode yang efektif dan kreatif.
2. Metode Diskusi dan Tanya Jawab adalah salah satu dalam metode pembelajaran yang dapat meningkatkan Motivasi belajar siswa selain juga dapat mengasah daya nalar dan kritis siswa.
3. Untuk merangsang daya fikir dan minat siswa perlu adanya stimulus-stimulus yang dapat menggugah perasaan mereka, sehingga respon yang terjadi mempunyai dampak positif.
B. Saran Kami di sini selaku peneliti dan penulis dalam hal ini, mempunyai beberapa saran yang bersifat konstruktif dan positif untuk kelangsungan laju Pendidikan MI Darul Ulum Arjosari - Andonosari Kec. Tutur, utamanya dalam Mata Pelajaran PKn.
Adapun saran-saran tersebut adalah:
1. Dalam menyampaikan materi, gunakanlah Metode dan Pendekatan yang Relevan dengan kondisi siswa di kelas, sehingga siswa tidak merasa Bosan, Jenuh dan Monoton untuk menmperhatikan Penjelasan Guru.
2. Diharapkan bagi semua Guru untuk menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran dengan Secermat, Seefektif dan Seefisien mungkin.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi, 1998,
Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek,
Jakarta: Rineka Cipta M. Arifin, 1991,
Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara Moleong, Lexy J, 2001,
Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosda Karya Zaini, Hisyam, dkk. 2004,
Strategi Pembelajaran Aktif, Yogyakarta: CTSD (Center For Teaching Staff Development) IAIN Sunan Kalijaga Ahmadi, H.Abu, dan Joko Tri Prasetya, 1997,
Strategi Belajar Mengajar (Untuk Fakultas Tarbiyah Komponen MKDK), Bandung: CV. Pustaka Setia. Suryabrata Sumadi, 2002,
Psikologi Pendidikan, Bandung: Raja Grafindo Persada. Syah Muhibbin, 2001,
Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, Bandung: Remaja Rosda Karya. Hasan Langgulung, 1986, Manusia dan Pendidikan, Bandung: Rosdakarya. Djamarah Syaiful, 2000,
Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif, Jakarta: Rineka Cipta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar